Kamis, 22 Desember 2022

Diam Bukan Berarti Takut

Diam Bukan Berarti Takut

Suatu ketika terjadi sebuah acara. Acara tersebut merupakan acara besar, acara ini akan dihadiri para petinggi dan juga para undangan yang terhormat di suatu kawasan tersebut.

Mulanya Ia mengikuti apa yang diinginkan oleh seorang pengatur tersebut. Namun setelah gladi bersih seorang pengatur tersebut tidak melaksanakan kegiatannya, tidak melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabnya dalam prosesi gladi bersih tersebut. Ia tetap sabar menjalaninya, Ia diam sambil melihat keadaan di sekitarnya.

Keesokan harinya ia datang menuju ke ruangan yang akan dilaksanakan suatu acara itu. Mulanya ruangan itu kosong tak berpenghuni, namun lama-kelamaan rekan-rekannya berdatangan dan tibalah si pengatur tersebut kedalam ruangan itu. Seperti yang terjadi pada sebelumnya si pengatur itu datang tak mengerjakan apa-apa, tugasnya ditelantarkan, dan kewajibannya pun tak dipenuhi. Ketika diberikan tugas si pengatur itu berpaling meninggalkan tugasnya.

Waktu terus berjalan, si pengatur itu hanya duduk dan berjalan-jalan dengan santainya, panitia lainnya sedang sibuk menyiapkan apa yang menjadi tanggung jawabnya, Apa yang menjadi tugasnya, dan bagaimana agar acara ini bisa berjalan dengan baik.

Sesaat lagi akan dimulai acaranya, si pengatur ini memberikan suatu saran dimana si pengatur tersebut mengatakan kepadanya perihal kursi yang harus ditambah untuk mempermudah duduk para undangan yang terhormat. Saran si pengatur itu tetap diterima walau waktu menuju acara sudah semakin singkat. Ia menyarankan agar menggunakan kursi yang terletak di bagian belakang saja, si pengatur itu tetap memaksakan konsepnya, untuk menambahkan kursi baru di bagian depan peserta.

Ia yang berdiam kemudian melihat dengan tajam ke arah si pengatur itu dan mengatakan jikalau mau pakai kursi tambahan bantulah saya untuk mengambilkannya ke bawah, lagi-lagi si pengatur berkata '"sudahlah jangan kebanyakan konsep mulu dari kemarin dan tadi konsep konsep terus'". Ia kembali menatap si pengatur itu dengan tajam untuk kedua kalinya, kemudian ia berlanjut berbicara dengan nada yang tinggi kepada si pengatur itu "DARI KEMARIN TRUS TADI YANG BANYAK NGOMONG TENTANG KONSEP ITU SIAPA?? HA SIAPA ?? NGOMONG MULU LU BANTUIN JUGA ENGGA KALO MAU AYO CEPETAN TURUN NGAMBIL TUH KURSI". 

seketika itu rekan-rekannya yang mendengar ia berbicara dengan nada tinggi mencoba menghampiri Ia sambil berusaha menarik tangannya dan berusaha untuk menenangkannya, karena sebentar lagi ia akan melakukan sambutan di mimbar. Si pengatur itu ketika mendengar hal tersebut langsung terdiam dengan wajah bingung. 

Itulah hidup 
"Ada Yang Mengatur Dan Ada Yang Diatur"
Maka "Jangan Banyak Mengatur Jika Sendirinya Tidak Mau Diatur"

"tacet non intelliguntur timere" diam bukan berarti takut. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bhavana Bramanty

Bhavana Bramanty Sebuah imajinasi yaa... suatu hal yang tak asing bagi kita semua. Setiap orang mungki pernah atau bahkan sering dalam berim...