Kamis, 29 September 2022

Melawan Lupa

MELAWAN LUPA


Sebuah gerakan yang mengajak untuk selalu ingat terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah masa silam. Gerakan ini didedikasikan untuk melawan lupa perjuangan para aktivis tahun 1965 dan juga 1998.
 
Tokoh tokoh itu berusaha memperjuangkan HAM dan hak hak yang harusnya didapatkan namun karena kekejaman pemerintahan pada masa itu tokoh tokoh tersebut diculik, dilenyapkan dan juga dianggap berbahaya oleh negara. Tokoh tokoh itu terdiri dari Munir , Widji Thukul, Marsinah, Tan malaka dan masih banyak tokoh lainnya yang seharusnya ia menjadi pahlawan namun kehidupannya dilenyapkan oleh pemerintahan pada masa silam.

Lawan!”
Itu teriak Widji Thukul. Di masa itu, karena ia menulis dan membaca puisi, bersuara lantang dalam berbagai demontrasi: Ia dilenyapkan! Lahir 26 Agustus1963, setelah demontrasi April 1998, Widji seperti ditelan bumi. Dilenyapkan! Bacalah kumpulan puisi Widji Thukul: ‘Puisi Pelo’ (1984), ‘Darman dan Lain-lain’ (1994), ‘Mencari Tanah Lapang’ (1994), ‘Aku Ingin Jadi Peluru’ (2000); kita akan diberi spekturm yang luas kenapa ia mengajak kita teriak satu kata: Lawan! Widji adalah salah satu pemuda yang gigih melawan penindasan rezim Soeharto.

Jujur, sederhana, berani menegakkan dan menyuarakan suara rakyat, hak asasi manusia, itu yang melekat pada diri Munir Said Thalib (lahir 8 Desember 1965). Ia dibungkam paksa dengan racun berpulang di atas pesawat dalam perjalanannya ke Belanda, 7 September 2004. Kematian Munir sang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), tokoh anti Korupsi, sampai kini masih menyimpan sejumlah misteri.  Tinggal rasa pedih jika mengenangnya, terlebih mereka yang pernah mengenal sosok sahaja Munir. Tinggal geram jika membaca kembali bagaimana ia diracun di atas pesawat. Kejam dan biadab.

"Salam kepal tangan kiri kawan"

Kamis, 22 September 2022

Jangan Menyerah

Jangan Menyerah

Fase yang rumit dan sulit itu bisa terjadi kapan saja dalam diri kita. Mungkin sebagian orang ketika mengalami Fase ini ada yang menyerah ada juga yang terus berproses menggapai tujuannya.

Janganlah menyerah terhadap keadaan yang sedang terjadi, mungkin dalam keadaan ini membuat kita untuk menguatkan diri, membangun pondasi yang lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya untuk maju ke tahap selanjutnya. Dengan keadaan ini juga mampu membuat kita mencapai kemenangan, dengan kemenangan ini mengajarkan kita untuk tetap kuat, tegar, yakin, dan selalu bersyukur dalam menjalani hidup ini.

Karena tahap selanjutnya akan bermula dari percaya hingga percaya atas dasar kasih "creditis ad intellego".

Berbicara soal percaya, banyak orang saat ini sulit untuk percaya, karena ketika dia percaya terhadap seseorang, seringkali orang itu mengecewakannya, orang itu mengabaikan kepercayaannya, sehingga ia menjadi kecewa dan tak mau lagi percaya terhadap orang itu.

Janganlah hanya percaya kepada orang, tetapi Percayalah kepada kuasa dari Tuhan. Sebab Tuhanlah yang memberikan kita kekuatan dalam setiap fase yang ada dalam hidup kita, baik itu susah, senang, sedih, ataupun gembira.

Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Tuhan akan selalu membimbing kita dengan banyak cara, baik itu melalui orang lain atau dari diri kita sendiri yang menjalankannya.

Maka janganlah takut untuk mencoba. Janganlah menyerah terhadap apa yang sedang dirimu lakukan saat ini. Jangan sampai dirimu memutar balik arah yang sedang dilewatinya. Karena untuk sampai di Fase ini dirimu sudah melewatinya dengan waktu yang cukup lama dan rintangan yang sangat berat. 

Ketika dirimu berhenti dalam suatu fase, Janganlah berhenti berlama-lama. Yakinlah dan Bangkitlah sebab impian yang dirimu kejar sudah dekat, Karena terang akan datang tepat waktu dalam dirimu dan terang akan mengusir kegelapan itu.

"tenebris erit lux in tempore" dalam kegelapan akan ada terang pada waktunya.

Kamis, 15 September 2022

Sebuah Pintu

PINTU

Setiap bangunan tentunya memiliki sebuah pintu. Ukuran pintu tak akan sama besar dengan bangunanannya. Karena Pintu dibuat untuk menjaga akses privasi antara bagian dalam dengan bagian luar. Pintu juga digunakan sebagai akses masuk dan keluarnya sesuatu. Setiap sesuatu yang masuk dan keluar lewat pintu pasti menjalani tahap seleksi, karena apa ?? Karena tak semuanya dapat dimasukan dan dikeluarkan dengan cepat.

Proses seleksi ini tak menutup kemungkinan adanya urutan - urutan baik dalam proses masuk atau keluar. Pada Tahap ini juga, mungkin ada yang pertama dan ada yang terakhir. Oleh sebab itu urutan - urutan tersebut tak akan paten, karena tak menutup kemungkinan hal yang semula pertama akan menjadi yang terakhir dan hal yang terakhir akan menjadi yang pertama.

Lalu Bagaimana Caranya untuk menjadi yang pertama dan prioritas utama dalam pintu itu ???
caranya sangat mudah dan gampang. Untuk bisa menjadi yang pertama dan prioritas utama dibutuhkan kesabaran. Karena dari kesabaran, nantinya akan masuk kedalam sebuah proses, dari proses nantinya akan berlanjut ke progres dan di progres ini diharapkan dapat berjalan secara stabil (tak berlebihan, tak memaksa, dan tak mengecewakan sebuah pintu itu).
Yang terpenting dalam fase ini ialah bersabar, nikmati terus proses and progresnya, dan banyak - banyaklah belajar dari para pendahulu dan apa yang ada di sekitarnya agar mampu bersaing menjadi yang pertama dan utama.

Setelah menjadi yang pertama dan utama maka dalam fase ini diharapkan mampu menjaga pintu itu agar tak rapuh entah itu rapuh oleh tekanan maupun keadaan disekitar pintu. Menjaga pintu sama seperti menjaga suatu batasan, karena pintu dibuat untuk membatasi sesuatu yang ada. Jangan pernah mencoba untuk masuk kedalam pintu itu jika tidak diizinkan dan tak mau mematuhi aturan dan proses yang ada.

servate ostium, curate illum, et beatum facite illum (jaga pintunya, rawat dia, dan buat dia bahagia)







Kamis, 08 September 2022

Sunset Yang Terluka

Sunset Yang Terluka

Oh tikus tikus berdasi.
Kau berpakaian rapi.
Kau pula merusak negeri ini dengan janji.
Ketak peduliannya.
Lelah ku bertanya.
Kapankah kita akan terbebas ???.
Buka mata juga hati mu.
Negeri terluka kau tertawa.
Negeri ini hancur dengan janji mu.
Banyak tangis dan penuh harapan. 
Ku inginkan ialah kebebasan yang sempurna.
Bahagia yang kuharap tak kunjung datang.

Kamis, 01 September 2022

Dongeng Tanah Anarki dan Perompak Senja

Dongeng Tanah Anarki dan Perompak Senja
                                                 
Duhai anak ku sayang                                          Ayahkan bercerita dongeng tanah anarki 
Dan perompak senja
Kita pernah berjanji
Tuk taklukan tanah ini
Dari para tangan dan kaki sang perompak senja
Waktu terus berganti
Janji ini abadi
Puluhan para perompak bergenerasi di tanah ini bagaikan air di samudra yang tak kunjung habis 
Ribuan mata memandang 
Ribuan pasang telinga mendengarkan 
Ufuk fajar yang bermunculan dalam sanubari mu 
Dan terlontar melalui bibir merah mu
Janji ini pun tercapai 
Satria kembali berkuasa memegang pedang 

Bhavana Bramanty

Bhavana Bramanty Sebuah imajinasi yaa... suatu hal yang tak asing bagi kita semua. Setiap orang mungki pernah atau bahkan sering dalam berim...