Duhai anak ku sayang Ayahkan bercerita dongeng tanah anarki
Dan perompak senja
Kita pernah berjanji
Tuk taklukan tanah ini
Dari para tangan dan kaki sang perompak senja
Waktu terus berganti
Janji ini abadi
Puluhan para perompak bergenerasi di tanah ini bagaikan air di samudra yang tak kunjung habis
Ribuan mata memandang
Ribuan pasang telinga mendengarkan
Ufuk fajar yang bermunculan dalam sanubari mu
Dan terlontar melalui bibir merah mu
Janji ini pun tercapai
Satria kembali berkuasa memegang pedang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar