Dari Wadah Menjadi Komando
Awalnya kreator ini pada saat pendaftaran dia bingung untuk memilih divisi apa yang cocok. Akhirnya dia mencoba mendaftarkan dirinya sebagai divisi sosial lingkungan. Alasan dia memilih divisi ini adalah karena mempunyai pengetahunan terhadap alam dan lingkungan terutama dari kerusakan lingkungan. Tak terasa wawancara sudah didepan mata dan akhirnya dia diwawancara oleh seniornya itu. Saat diwawancara dia hendak ditanyakan kesiapannya untuk menjadi humas atau ketua, lalu kreator ini menjawab siap.
Setelah diinfokannya pengumuman seleksi, ternyata kreator ini diterimanya sebagai humas diorganisasi tersebut. Awalnya terkejut karena ko berbeda dengan divisi yang dia pilih awalnya. Awal dia menjabat sebagi humas langsung diberi tugas untuk menjadi ketua pelaksana acara pelantikan, awalnya dia tidak mau menerimanya karena dia menilai masih banyak yang bisa lebih dahulu menjadi ketua pelaksana dibandingkan dia yang baru saja bergabung di organisasi tersebut. Rekan humasnya yang juga mewawancarai kreator ini pada saat mendaftar memberikan dukungan kepada kreator ini dan meyakini bahwa kreator ini bisa. Selain menjabat sebagai humas eksternal, kreator ini juga merangkap dalam hal sosial media dan editing desain di organisasi tersebut.
Kelar menyelesaikan proker pertamanya dia terus menambah dan membuka relasi kepada semua rekan rekan antar organisasi dan perlahan namanya mulai dikenal dikalangan kampus. Tak terasa periode kepengurusan berakhir dan pergantian jabatan pun tiba, kreator ini awalnya mengira jabatannya akan dirotasi, ternyata jabatan tetap sama yang berotasi hanya patnernya aja begitupun periode selanjutnya. Bahkan sampai rekannya mengatakan humas senior dia mah, ditambah dibeberapa acara yang pernah dia ikuti kebanyakan dia menjadi divisi humas diacara tersebut.
Suatu ketika waktunya tiba dimana seniornya memberikan dua nama untuk meneruskan tongkat estafet kepengurusan salah satu nama tersebut adalah kreator ini. Awalnya kreator ini mengatakan kepada seniornya udah rekannya aja yang maju biar kreator ini mendampingi jadi wakil, namun seniornya ini lebih memilih dia untuk melanjutkan tongkat komando itu dengan didampingi oleh rekannya sebagai wakil.
"sebuah rumah kuat jika ada pondasi, begitupun diri kita akan kuat ketika mempunyai tujuan dan mimpi, maka jangan takut untuk bermimpi, sebab ga ada yang ga mungkin kalau memang itu merupakan jalan terbaik dari Tuhan".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar