Conversus In Via (Berbelok Di Jalan)
Kemacetan dijalan menjadikan setiap pengendara tentu selalu mencari jalan tercepat untuk mencapai suatu tujuan. Dalam pencarian jalan ini banyak mereka yang kerap kali mengikuti kendaraan dan rambu petunjuk arah didepannya, namun ada juga yang menggunakan alat bantu maps.
Suatu ketika disuatu jalan macet, kreator ini diajak untuk berbelok kearah kanan setelah lampu merah. kreator inipun mengikuti arahan tersebut, dalam perjalanan kreator tersebut selalu melihat rambu petunjuk arah karena kreator ini sudah lama sekali tidak melewati tempat itu. Rencana awal kreator ini memeperkirakan sampai di tempat tujuan pukul 16.30 atau 16.45an dan ternyata ada suatu kemacetan dibeberapa tempat.
Sampai ditempat tujuan kreator ini langsung bergegas menuju parkiran dan mencari tempat yang kosong lalu merapikan barang bawaan. Kondisi ruang parkir yang memang berada cukup dalam dan kurangnya sirkulasi udara menjadikan terasa amat panas ditambah dengan kondisi yang sedang memburu waktu. Tak lama kemudian kreator ini melakukan asistensi dan asistensi ini terjadi sangat cepat. Lalu setelah kelar asistensi kreator ini pergi keluar dan mengajarkan hal hal apa saja yang tadi dibicarakan diruangan kepada rekan rekannya yang telat datang. Pembahasan yang cukup panjang tak lama kemudian masing masing dari rekan rekannya itu satu persatu berpamitan pulang.
Sambil menunggu rekannya tersebut kreator ini duduk dekat satpam sambil menonton video dan mengobrol dengan satpam ditempat itu. Tak terasa sudah waktu sudah menuju pukul 9 malam dan akhirnya kreator ini kembali keparkiran untuk bersiap siap pulang. Dalam perjalan pulang kreator ini menanyakan nanti pulangnya mau lewat tempat yang tadi atau bagaimana. Lalu dia diberitahu untuk bejalan lurus aja dulu nah itu nanti kita lewat sana aja sambil mengarahkan menuju suatu tempat.
Sesampainya di perputaran menuju akses pulang yang dibicarakan tadi, dengan percaya dirinya kreator ini tetap gas terus aja walau dia juga tidak tau rute jalan tersebut, lalu rekannya ini mengatakan gua juga lupa juga soalnya jalannya ka, ikutin motor depan bae dah tuh. lalu kreator ini mengikuti motor didepannya dan feelingnya sesampainya dipersimpangan kreator ini mengarah ke arah kanan dan ternyata arah tersebut merupakan arah menuju pasar. lalu kreator ini berputar balik menuju akses persimpangan awal. lalu dia lurus terus dan sampai akhirnya sampai dipersimpangan berikutnya, tiba dipersimpangan ini Puji Tuhan ada penanda arah awalnya dia yakin owh ke arah kanan kalo mau arah balik kerumahnya dia, karena kreator ini membawa rekannya maka dia berbelok ke kiri.
Setelah belok kiri dan lurus dijalan yang panjang, kreator ini kebingungan ko jalannya baru lagi dan kebetulan didepan ada pengemudi gojek yang sedang berhenti, dengan gaya bapack-bapacknya kreator ini langsung menanyakan akses menuju ke lokasi rekannya ini. Setelah melalu perbincangan tersebut ternyata akses menuju lokasi tersebut merupakan akses yang sama untuk menuju rumah dia pulang. Lalu kreator ini berjalan dan akhirnya sampai pada tempat tujuan lalu kembali kerumahnya.
Rasa percaya diri dalam perjalanan itu selalu ada dimanapun perjalanannya namun kerapkali terhapus dengan rasa kurang yakin atau ragu untuk melangkah menuju jalan tersebut karena gagal atau salah diawal. Percaya diri dan yakin akan suatu tujuan merupakan suatu bentuk pertolongan Tuhan kepada kita disuatu perjalanan. "jadi jangan takut untuk mencoba hal baru selagi itu baik, karena jika engkau tersesat maka Tuhan akan menolong mu dan membantu mu kembali ke jalan yang benar".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar