Kamis, 09 Maret 2023

Kepergian Dia

Kepergian Dia

25 September 2021 adalah hari yang selalu kuingat dan ku kenang. Pada hari tersebut banyak peristiwa yang terjadi dalam hidupku. Pertama dalam berbisnis yang kedua juga dalam kehidupan duniawi. 

Dalam hal berbisnis pada hari itu juga ada pesanan 3 pesanan sekaligus untuk orang yang berbeda dan di saat yang bersamaan saya juga melaksanakan kegiatan seminar tentang kewirausahaan. Di saat itu juga saya juga harus menjemput orang tua saya ke rumah. Saat itu juga saya tadinya ingin janjian dengan rekan saya rekan SMP saya untuk ke studio musik.

Setelah menjemput orang tua saya. Saya pun langsung melanjutkan seminar itu dan keinginan saya untuk bertemu rekan saya pun saya gagalkan dan pesanan dari konsumen pun saya ragu-ragu dalam menjalankannya. Dan benar saja kurang lebih pukul 10.00 atau 9-an lebih "Deus patrem meum vocavit". Diriku langsung tidak percaya tentang hal itu saya pun langsung ke kamarnya dan melihatnya untuk terakhir kalinya, sedih rasanya.

Saya dan keluarga saya panik dan kaget. Kita semua langsung mencari ambulan dan rumah sakit dan ternyata benar "Deus patrem meum vocavit". Saya dan keluarga menyiapkan barang keperluan untuk kegiatan selanjutnya. Saya pun langsung bergegas jalan menuju tempat itu dan sampai di sana saya pun bertemu dia untuk terakhir kalinya dan memegang tubuhnya dia yang telah dingin untuk terakhir kalinya.

Malam tiba beberapa rekan kerja dan teman sekolah kakak saya datang untuk mendoakan dia dan menguatkan kami. Hingga hampir larut malam saya pun masih belum bisa tidur waktu beranjak hingga dini hari sekitar jam 02.00 pagi. Saya beristirahat sebentar dan jam 05.00 pagi saya turun untuk membeli sarapan untuk keluarga kami. Jam 07.00 pagi para tamu kembali datang untuk mendoakan dan ada juga yang menunggu untuk ibadah rekuiem. 

Saat ibadat berlangsung Saya sedih melihat kepergian dia dan ibadah selesai dia pun dibawa menggunakan mobil menuju kediaman terakhir. Di saat sampai di sana saya sedih saat melihat penurunan dia ke tanah. Setelah itu kami pulang ke rumah kami dan saya pun masih terbayang adanya dia, saya terus mendoakan dia dan memohon kepada Tuhan akan dilancarkan jalannya dia dan diampuni segala dosanya selama dia hidup di bumi ini dan perbuatan-perbuatan yang kurang berkenan.

Deus patrem meum vocavit
Vale Pater, Dominus vo bis cum pater.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bhavana Bramanty

Bhavana Bramanty Sebuah imajinasi yaa... suatu hal yang tak asing bagi kita semua. Setiap orang mungki pernah atau bahkan sering dalam berim...