Pengingkaran
Disudut negeri ini terlangkah sepi.
Dihantui bayang bayang abadi.
Tangis dan air mata mengalir iringi jalan.
Detik waktu mu berjalan lambat.
Kau mengandalkan profesi.
Yang berpakaian rapi tanpa tanggung jawab.
Yang dipilih berdasarkan suara kami.
Kau dipilih tuk sampaikan aspirasi kami.
Kami bekerja keras hasil sedikit.
Tapi kau duduk manis bagai raja.
Manipulasi dimana mana.
Uang kau garap fasilitas menanti.
Kami merana kau tertawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar