Kamis, 23 Februari 2023

Gelarnya Banyak [Part 1]

Gelarnya Banyak 
Part 1

Iya... dia adalah salah satu dosen yang mengajar di semester 3 ini. Dia merupakan kerabat dari salah satu dosen favoritku. Dia juga mengajar mata kuliah yang bagi arsitek dan teknik sipil itu penting baik mengenai hitung-hitungan maupun pola penataannya.

Awalnya yang mengajar itu bukanlah dia, tapi seorang dosen perempuan. Karena ketidaksesuaian dengan materi arsitektur maka dosen perempuan itu diganti oleh dia "Si Banyak Gelar". Awal pergantian mengajar diriku mulai curiga kepadanya, ketika diriku menyambut dia di grup dia hanya membalas dengan kata oke, firasatku menjadi tidak enak dan berharap tidak seperti dosen semula Di semester 1 dan 2 yang mengajar materi yang hampir sama dengan dia, bedanya yang dulu di semester 1 dan 2 itu merupakan penerapan dari materi teknik sipil yang dituangkan ke dalam arsitek.

Dia mempunyai sifat tegas, ketegasan ini sangat bagus jika digunakan dengan benar. Tetapi ketegasan dia memaksakan anak-anak arsitektur semester 3 untuk mengikuti kemauannya. 

Beberapa minggu telah bersamanya, dan tiba saatnya untuk UTS. UTS perdana dengan dia dengan materi yang terbatas yang telah Ia berikan beberapa minggu lalu. Pembagian soal pun dimulai, sebelum dia membagikan dia terlebih dahulu melakukan voice call kepada mahasiswa arsitektur, dia menyebutkan bahwa pada saat pengumpulan nanti diantar ke rumahnya, Paling lambat malam ini. Setelah itu dia juga melakukan banyak permintaan mulai dari memeninta foto identitas pengerjaan,  sampai foto saat melakukan pengerjaan soal tersebut. 

Voice call pun sudah, selanjutnya dia memberikan kami soal. Alangkah terkejutnya kami ketika melihat soal tersebut ternyata soal tersebut tidak pernah ada di materi yang telah dia berikan. Dia hanya memberikan materi berupa teori tetapi dalam UTS nya Dia memberikan soal mengenai hitung-hitungan yang sebelumnya ia tidak pernah memberikan materi tersebut.

Kami pun berusaha untuk menghubungi sekProdi kami, untungnya sekprodi tersebut menelpon balik saya dan mengatakan nanti agak siangan mba coba kesana ya untuk mengumpulkan tugas tugas kalian. Kami merasa menjadi tidak enak karena sekprodi tersebut jadi ikutan repot dan terlibat dalam hal ini. 

Siang hari tiba, kami pun selesai mengerjakan soal UTS tersebut dan salah satu dari kami menemui sekprodi itu untuk mengumpulkan semua UTS kami. 

~~ [Lanjut Part 2 ya] ~~

Kamis, 16 Februari 2023

Rekan Yang Unik

Rekan Yang Unik

Ya...., Begitulah pertemanan, kadang mendapat pengalaman baik, pengalaman buruk, pengalaman menyenangkan, juga pengalaman menyesalkan.

Hampir 2 tahun mengenalnya, pertama kali mengenalnya ketika berkuliah online melalui Zoom. Dia tinggal sangat jauh. Waktu pertama kali saya mengenalnya, saya langsung menanyakan Asalmu dari mana, sekarang tinggal dimana, Dan kalau boleh tahu tugas-tugas apa aja yang udah diberikan dan materi apa aja yang sudah diberikan. Sesekali dia menjawab setelah dijawab saya pun mengucapkan terima kasih kepadanya.

Suatu ketika dosen tersebut meminta tugas-tugas yang telah diberikan oleh dosen itu untuk segera dikumpulkan. Karena saya baru dan saya masih bingung cara mengerjakan bagaimana, saya pun kembali menanyakan kepada dia dan dia pun tidak menjawabnya. Lantas saya langsung menanyakannya kepada rekan saya yang lainnya. Rekan saya tersebut langsung memberitahu saya metode mengerjakannya seperti ini dan dikumpulkannya secepatnya. saya pun berterima kasih kepada rekan saya tersebut.

Offline pun tiba, semester baru pun dimulai hari itu. Dia pun akhirnya tinggal di dekat kampus, ketika pulang kita bersama-sama naik kereta, dia turun lebih dahulu setelah itu baru saya turun. Entah mengapa ketika di kelas dirinya ingin buru-buru pulang, namun sesampainya di rumah banyak tugas-tugas yang diberikan dosen tidak diselesaikan oleh dia. Hampir setiap hari seperti itu, dia selalu ingin buru-buru pulang ketika sudah masuk kelas dan akhir-akhir ini dia sering datang terlambat bahkan sering tidak masuk kelas.

Ada kejadian unik tentangnya dimana dosen memerintah dan menanyakan, Siapa saja yang ingin membeli buku yang akan difotocopykan oleh dosen tersebut, dia pun pada saat itu tidak masuk kuliah lalu dosen tersebut mengambil sikap Ia hanya memotokopikan yang sudah bayar saja. Seperti biasa Karena ia buru-buru pulang dan malam harinya ia baru meminta fotocopy itu. Fotocopy itu langsung dikirimkan dan tidak ada ucapan terima kasih kepada pengirim tersebut, mungkin dia lupa. tapi ketika ada fotokopian lagi dia meminta dengan buru-buru dan tidak ada lagi ucapan terima kasih kepada pengirim itu. Pengirim itu sangat kesal karena disaat temannya ini menanyakan kepadanya centang birunya dimatikan dan tidak dijawab, tapi giliran dia perlu kadang-kadang centang biru dihidupkan olehnya.

"Manusia adalah mahluk yang unik dan spesial yang membedakan satu dengan yang lainnya"


Kamis, 09 Februari 2023

Pemberi Informasi

PEMBERI INFORMASI 

Suatu ketika terjadi ujian akhir semester. Pelaksanaannya dilaksanakan secara online di rumah. Ini adalah Ujian pertama di Pekan ujian akhir semester ini. ujian ini adalah ujian mata kuliah dosen favoritku, dosen yang menjadi partner ngobrol di kelas tentang masalah arsitek terutama dalam hal lapangan.

Saat berlangsungnya ujian, dosen tersebut melakukan video call kepada para mahasiswanya dan memberikan waktu satu setengah jam untuk setiap mata kuliah tersebut. Dosen tersebut memberikan soal sesuai dengan materi yang telah Ia berikan baik melalui buku, maupun tulisan yang ia tulis sendiri di papan tulis.

Dosen tersebut sangat membebaskan mahasiswanya untuk mencari referensi lagi di internet. Kebetulan ada dua soal yang tidak ada materinya di buku maupun di catatan. Maka saya pun mencarinya melalui Google. Iya membantu rekannya dengan mengatakan untuk nomor 2 itu ada di Google dan untuk nomor 3 juga ada di Google. Waktu terus berjalan soal demi soal telah dia kerjakan.

Selagi dia mengerjakan soal, ada salah satu rekannya meminta jawaban dan menanyakan jawaban kepadanya terutama untuk jawaban nomor 2. Dia kembali mengatakan nomor 2 ada di Google. Kemudian rekannya itu langsung mencarinya tetapi ia mencarinya bukan melalui artikel tetapi melalui penelusuran gambar di google. Dia ketika melihat rekannya mencari melalui penelusuran gambar, dia diam saja tak berkata-kata. Karena takut salah atau takut dianggap memaksakan kehendaknya.

Waktu terasa berjalan semakin cepat, tak terasa waktu yang diberikan dosen itu hampir habis. Sekali lagi rekannya meminta jawaban nomor 2 kepadanya. Dia kembali mengatakan ada di Google jawabannya. Kemudian rekannya itu mengatakan "mana Coba minta, kalo nggak ikhlas juga enggak usah dah, udah nggak usah dah" dan ia mengatakan 'Autocad nanti belajar sendiri aja' lalu rekannya itu langsung menghapus chatnya. Akhirnya dia pun memberikan jawaban nomor 2 yang telah dia cari di Google itu kepada rekannya itu.

Dalam belajar atau mengerjakan suatu tugas Janganlah hanya terpaku pada satu orang atau satu sumber saja. Perbanyaklah relasimu dalam mencari ilmu, tak ada salahnya mencari dari berbagai macam sumber, sebab ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang dengan pesat di era modern ini. Dengan demikian hasil yang anda cari dapat anda gabungkan melalui pemikiran Anda sendiri yang nantinya akan dikembangkan menggunakan bahasa anda sendiri.

"scientia aliquando et alicubi quaeri potest, sed in quaerendo diligentem et patientiam requirit" (ilmu bisa dicari kapan saja dan di mana saja, namun membutuhkan ketekunan dan kesabaran dalam mencarinya).

Kamis, 02 Februari 2023

Pengingkaran

Pengingkaran 

Disudut negeri ini terlangkah sepi.
Dihantui bayang bayang abadi.
Tangis dan air mata mengalir iringi jalan.
Detik waktu mu berjalan lambat.
Kau mengandalkan profesi.
Yang berpakaian rapi tanpa tanggung jawab.
Yang dipilih berdasarkan suara kami.
Kau dipilih tuk sampaikan aspirasi kami.
Kami bekerja keras hasil sedikit. 
Tapi kau duduk manis bagai raja.
Manipulasi dimana mana.
Uang kau garap fasilitas menanti.
Kami merana kau tertawa.

Bhavana Bramanty

Bhavana Bramanty Sebuah imajinasi yaa... suatu hal yang tak asing bagi kita semua. Setiap orang mungki pernah atau bahkan sering dalam berim...