KETELADANANApasih keteladanan itu ????
Keteladanan adalah sesuatu yang baik, yang mencangkup perbuatan, sifat, dan perkataan yang patut untuk ditiru atau dicontoh oleh orang lain.
Dominus vo bis cum (Tuhan BersamaMu)
Ketika terjadi pengangkatan, semisal seseorang itu diangkat, maka sudah jelas dan pasti bahwa orang itu memang layak untuk menerimanya dan layak untuk dipilih.
Ketika kita sudah diangkat, maka kita harus menjaga hal ini agar tetap stabil. Banyak orang disana ketika sudah diangkat mereka melupakan sosok Tuhan. Bukan hanya melupakan saja namun kerap meninggalkannya dan menjauh dari Tuhan.
Dengan iman yang kokoh dan kuat dan dalam nama Tuhan Yesus, kita mampu dan kita bisa untuk mendapatkan kebahagiaan surgawi dengan seperti itu kita mendekatkan diri untuk menyusul keteladanan Tuhan Yesus dan Bunda Maria.
Apa saja keteladanan itu ???
Keteladanan itu ada 4 (empat) berikut ini adalah keteladan yang mungkin bisa menjadi acuan dalam berkehidupan bagi kalian
1. Kepasrahan Kepada Kehendak Allah (viat voluntas tuo secundum verbumtum) dengan kepasrahannya maka terjadilah kehendakmu sebagaimana engkau bersabda. Sebab sabdamu adalah jalan kebenaran.
2. Kerendahan Hati : sikap kerendahan hati ini mampu menginspirasi agar kita mau menjadi pelayan Tuhan yang mengedepankan prinsip Aku Ini Hamba Tuhan Terjadilah Padaku Menurut KehendakMu.
3. Laksanakan Kata Tuhan KepadaMu : janganlah melanggar apa yang diperintah Tuhan, karena setiap apa yang diperintah Tuhan akan berdampak baik bagi dirimu, jadilah pribadi yang mampu melayani sesama dan mengasihi sesama, serta jangan menjadi pribadi yang hanya mau untuk dilayani tanpa melayani.
4. Kesetiaan : Kesetiaan umumnya dipahami sebagai pengabdian dan kepatuhan kepada suatu hal dan tujuan tertentu. Seseorang yang mampu setia pada dirinya sendiri ia akan mudah setia pada orang lain dan mudah juga setia kepada Tuhan yang dikasihinya. Karena kesetiaan itu biasanya berasal dari perasaan yang ada dalam diri kita.
Dalam kesetiaan kerapkali kita menemukan berbagai hal yang kurang berkenan pada diri kita atau orang yang juga setia pada kita, hal - hal ini biasanya memicu perbuatan Dosa (culpa) perbuatan dosa ini biasa timbul dari rasa iri hati, rasa kurang percaya diri, dan sikap egoisme yang tinggi dari salah satu pihak.
Bagaimana mengurangi perbuatan dosa (culpa) ini ???
Sangat gampang dan mudah mengurangi perbuatan dosa (culpa) dengan cara kita harus selalu bersyukur dan bertekun pada Tuhan dalam segala hal, membiaskan diri untuk selalu berdoa sebelum memulai aktivitas. Oremus (marilah berdoa) agar kita semua mampu menjalani kehidupan ini dengan meneladani kehidupan dari Allah sang pencipta.